Monas adalah perwujudan dari Lingga & Yoni

Ditanyakan pada tanggal: 07 Nov 2021. · Ditanyakan oleh: Filsafat Hindu.

Akun Filsafat Hindu (non-resmi) untuk Pedia Indonesia dalam misi mencerahkan umat Sanatana Dharma.

Dirilis pada tanggal: 07 Nov 2021.
0
9

Arsitek, akademisi, sekaligus penulis buku Bung Karno Sang Arsitek, Yuke Ardhiati, mengatakan bahwa Sukarno mencetuskan ide lingga dan yoni untuk Monas setelah melihat artefak di Candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah.

Candi Sukuh merupakan candi Hindu di Indonesia yang paling banyak memiliki unsur lingga dan yoni. Bukan hanya secara simbolis, lingga dan yoni pada Candi Sukuh ditampilkan secara ikonis.

Berdasarkan situs Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lingga adalah pilar cahaya, simbol benih dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Dalam ajaran Hindu, Tuhan Śiwa digambarkan sebagai lingga.

"Sebagai simbol organ maskulin, lingga mengandung energi penciptaan. Akan tetapi, energi tersebut akan berfungsi apabila disatukan dengan energi shakti, yang disimbolkan dalam wujud yoni, untuk memberikan kekuatan bagi energi penciptaan tersebut," demikian penjelasan situs tersebut.

Yoni sendiri (Durgā / Śakti) merupakan simbol organ feminin yang berlawanan dengan lingga, tapi saling melengkapi. Persatuan lingga danyoni merupakan simbol penghasil energi penciptaan yang menjadi fondasi dari seluruh penciptaan.

Penampakan lingga dan yoni kerap dijumpai pada candi-candi Jawa Tengah kuno, seperti Candi Gunungwukir, Candi Sambisari, dan Candi Ijo. Begitu pula pada Candi Ceto, situs Gaprang, Reco Warak, dan Candi Sukuh yang menjadi inspirasi Sukarno.

Penyematan Topik

Ingin memberikan Komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan Komentar pada artikel ini.

Komentar

    Sepi banget yak :(

Bacaan selanjutnya


Pedia Indonesia saat ini masih dalam tahap rilis beta. © 2021 - Pedia Indonesia