Merasakan kehadiran Tuhan melalui keberadaan pohon-pohon besar

Merasakan kehadiran Tuhan melalui keberadaan pohon-pohon besar

Dilansir dari kanal Instagram @filsafat_hindu, kita dapat merasakan kehadirann TUhan melalui keberadaann pohon-pohon besar, apakah penjelasan detailnya? Simak artikel berikut. .

Akun Filsafat Hindu (non-resmi) untuk Pedia Indonesia dalam misi mencerahkan umat Sanatana Dharma.

Dirilis pada tanggal: 05 Nov 2021.
1
4

Merasakan kehadiran Tuhan melalui keberadaan pohon-pohon besar.

ततोऽग्रे परिदृश्यन्ते पदार्था मद्विभूतयः

मय्येव सकलं जातं मयि सर्वं प्रतिष्ठितम

.—"Apa pun yang terlihat di matamu semua itu hanyalah wujud-Ku. Segala sesuatu muncul, bertahan, & larut di dalam Diri-Ku, itulah mengapa Aku dipanggil Ādvitiya Brahman." (Śhiva Gītā, 6.53)

Merasakan keberadaan Tuhan di dalam ciptaan hebat & fenomena perkasa disebut Vibhūtiyoga. Ini adalah jenis bhakti paling sederhana, seorang praktisi bhakti dapat merasakan kehadiran Tuhan pada air, udara, api, matahari, bulan, suara, gunung, dsb — yang jika tanpa kehadiran-Nya maka segala sesuatu tidak akan terwujud.

Begitu pula pada entitas hidup. Bhagavad Gītā menyatakan, jīvanaṁ sarva-bhūteṣu: "Aku adalah nyawa dari semua yang hidup", ketika kita melihat bentuk suatu kehidupan, apakah itu pohon, binatang, atau manusia, ketahuilah bahwa segala kehidupan bergantung & bersandar kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena begitu percikan spritual (ātmā) diambil oleh-Nya, maka badan material ini akan hancur. Bhagavad Gītā menyatakan, ādiś ca madhyaṁ ca, bhūtānām anta eva ca: "Aku adalah awal, pertengahan, & akhir dari semua yang hidup."

Sebuah pohon yang amat besar berawal dari sebuah benih yang kecil, & di dalam benih kecil tersebut bersemayam benih asli spritual (ātmā) yang membuat benih pohon tersebut berkembang. Bhagavad Gītā menyatakan, bījaṁ māṁ sarva-bhūtānāṁ: "Ketahuilah bahwa Akulah benih asli dari semua kehidupan."

Untuk menjaga sebuah pohon tetap hidup serta untuk membuat pohon tetap menghasilkan kebutuhan bagi umat manusia, Tuhan tetap berada di dalam pohon tersebut sebagai Sarvada Puruṣa (pemberi segalanya).

अहं सर्वस्य प्रभवो मत्त: सर्वं प्रवर्तते ।

इति मत्वा भजन्ते मां बुधा भावसमन्विता: ॥

.—"Aku adalah sumber seluruh dunia spritual & dunia material. Segala sesuatu berasal dari-Ku. Barang siapa yang sepenuhnya mengerti hal ini, dialah orang yang bijaksana lalu menyibukkan dirinya dalam pelayanan bhakti kepada-Ku serta memuja-Ku dengan sepenuh hati." (Bhagavad Gītā 10.8)

Ingin memberikan Komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan Komentar pada artikel ini.

Komentar

    Sepi banget yak :(


Pedia Indonesia saat ini masih dalam tahap rilis beta. © 2021 - Pedia Indonesia