Menurut Hindu, sebatas apa orang tua boleh memukul anak?

Menurut Hindu, sebatas apa orang tua boleh memukul anak?

Kanal Instagram @filsafat_hindu telah dengan baik menginformasikan tentang sebatas apa rang tua boleh memukul anak dalam pandangan Agama Hindu. .

Akun Filsafat Hindu (non-resmi) untuk Pedia Indonesia dalam misi mencerahkan umat Sanatana Dharma.

Dirilis pada tanggal: 06 Nov 2021.
1
4

Di dalam Bṛhaspati Nitasara, dikatakan:

lālayet pañcavarṣāṇi daśa-varṣāṇi tāḍayet | prāpte tu ṣoḍaśe varṣe putre mitravad-ācaret ||

.—"Selama 5 tahun pertama anak harus dimanjakan dan dilayani, selama 10 tahun berikutnya mendisiplinkan mereka (tāḍana—secara harfiah berarti memukul, seorang anak perempuan tidak akan pernah bisa dipukul dengan cara apa pun!). Pada usia 16 tahun dan seterusnya orang tua memperlakukan mereka sebagai teman."

lālane bahavo doṣās tāḍane bahavo guṇāḥ | ataś chātraśca putraśca tāḍayen na tu lālayet ||

.—"Memanjakan memiliki banyak kekurangan dan banyak manfaat dari memukulnya sewaktu-waktu (untuk memberi pelajaran), oleh karena itu siswa atau anak laki-laki harus didisiplinkan dan tidak memanjakannya."

Gautama di sisi lain tidak menganjurkan pemukulan:–

Gautama Dharmaśāstra (2.42-44).—"Sebagai suatu peraturan ia tidak boleh dihukum secara fisik. Jika tidak ada jalan lain yang memungkinkan ia dapat dihukum dengan tali atau ranting kayu. Jika guru atau orang tua memukulnya dengan benda lain, ia harus dihukum, dihukum oleh pengadilan."

Kami tidak menganjurkan atau dengan cara apapun mendukung pukulan fisik atau kekerasan — kami hanya mengungkapkan apa yang dikatakan oleh Śāstra. Sebagaimana diketahui aturan-aturan Dharmaśāstra diatas berkaitan dengan situasi keadaan zaman saat itu. Mengenai Agama Hindu, Hindu tidak saklek mengenai relevansi terhadap perubahan zaman dan nilai-nilai moral yang direvisi di setiap zaman.

Mānava-Dharmaśāstra (4.176) dan Yajñāvalkya-Dharmaśāstra (1.156) sama-sama menyatakan:

.—"Seseorang harus berusaha untuk mempraktekkan dharma melalui pikiran, ucapan, dan tindakan. Tetapi dharma yang tidak berkontribusi pada perkembangan manusia dan dibenci oleh dunia harus ditinggalkan."

Ingin memberikan Komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan Komentar pada artikel ini.

Komentar

    Sepi banget yak :(

Bacaan selanjutnya


Pedia Indonesia saat ini masih dalam tahap rilis beta. © 2021 - Pedia Indonesia