Inilah Ayah, Raja, Penguasa Tertinggi miliyaran Alam Semesta

Inilah Ayah, Raja, Penguasa Tertinggi miliyaran Alam Semesta

Dilansir dari kanal Instagram @filsafat_hindu, inilah Ayah, Raja, Penguasa Tertinggi milyaran Alam Semesta. .

Akun Filsafat Hindu (non-resmi) untuk Pedia Indonesia dalam misi mencerahkan umat Sanatana Dharma.

Dirilis pada tanggal: 06 Nov 2021.
0
6

Yajurweda (Taittirīya Saṁhitā 1.8.6) menyatakan:

.—"Semua dewa adalah budak dihadapan Sadāśiwa Parameśwara. Semua dewa seperti hewan peliharaan-Nya."

Tahukah semeton bahwa nama-nama seperti:

  • Vidhi atau Vidyeśa (Sang Hyang Widhi)
  • Bhaṭāra Guru
  • Jagannātha
  • Acintya
  • Paśupati
  • Mahādeva
  • Para-brahman

adalah sekian Nama-Nama Suci Beliau dari 1000 Nama Suci Śiwa (Śiwa Sahasranāma) di dalam Śiwa Purāṇa: Koṭirudra Saṁhitā.

Dalam kesusasteraan Weda (Mahābhārata 13.14.183) dan di Bali (Lontar Gaṇapati Tattwa 21) sama-sama menyatakan:

.—"Wiṣṇu Nārāyaṇa, sang pemelihara, adalah tangan kiri-Nya. Caturmūka Brahma, sang pencipta, adalah tangan kanan-Nya. Di hati-Nya, muncul Rudra Maheśwara, sang pelebur. Namun, sesungguhnya ketiganya adalah satu dan sama."

Di dalam Taittirīya Araṇyaka (10.24.1) dikatakan, puruṣo vai rudraḥ: "Puruṣa (ayah terpurba) adalah Rudra (Śiwa)." Tidak ada perbedaan antara Sadāśiwa yang dipuja di India dengan Sadāśiwa di Bali. Lontar Wṛhaspati Tattwa (11-13) menyatakan, sadāśiwaḥ aśaraṇasya sa bhrātā sa mātā sa pitā mataḥ: "Dialah Sadāśiwa, bagi orang yang memerlukan tempat perlindungan, Dialah saudara, ibu, dan ayah."

Dalam doktrin Pañcabrahman, Sadāśiwa memancarkan 5 wajah niṣkala-Nya yaitu Pañcabrahman:—

  • SA (Sadyojāta),
  • BA (Bāmadeva),
  • TA (Tat-Puruṣa),
  • A (Aghora),
  • I (Īśāna).

Pañcabrahman Mantrāṇī ini merupakan himpunan mantra terbesar dari segala mantra. Ini ditemukan di dalam Taittirīya Araṇyaka (10.17-21) dari Yajurweda.

Sedangkan mantra teragung 5 suku kata yaitu Na, MA, SI, VA, YA, atau jika dibaca sebagai kalimat menjadi "namaḥ śivāya" (sembah pada Śiwa), dikenal sebagai Śiwa Pañchākṣarī Mantra atau Pañca Tīrtha. Ini berasal dari Taittirīya Saṁhitā (4.5, 4.7) dari Yajurweda.

Di Bali, Akṣara Pañcabrahman (SA, BA, TA, A, I) bergabung dengan Akṣara Pañca Tīrtha (NA, MA, SI, WA, YA) disebut sebagai Daśākṣara (10 Akṣara). Paringkesan Daśākṣara ini kemudian melebur berkali-kali lipat hingga menjadi Akṣara Tunggal: Oṃkāra. Semua ini adalah Śiwa. Ini tidak bertentangan dengan Weda Śruti (Taittirīya Araṇyaka 10.21.1) yang menyatakan, me astu sadāśiva ōṃ: "Sadāśiwa adalah praṇawa ōṃ."

Ingin memberikan Komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan Komentar pada artikel ini.

Komentar

    Sepi banget yak :(

Bacaan selanjutnya


Pedia Indonesia saat ini masih dalam tahap rilis beta. © 2021 - Pedia Indonesia