Perencanaan Pembangunan Jalan Tol Sepanjang 25KM, PJN Wilayah 1 Kepri Masih Menunggu Informasi Dari Pusat


Batam, Senin (9/9/2019) Perencanaan pembangunan Jalan tol di Batam sudah menjadi isu yang cukup hangat untuk dibicarakan.

Terdapat beberapa pro dan kontra terkait pembangunan jalan tersebut. Wacana pembangunan jalan tol yang mencuat setelah kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya, Agung Fajarwanto mengatakan "hampir 70% persen struktur jalan tol di batam yang bakal dikembangkan, akan dibuat melayang atau elevated" ujarnya.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyusun trase jalan tol dalam kota Batam.

Targetnya, penyusunan trase untuk ruas yang akan digarap PT Hutama Karya (Persero) tersebut, selesai akhir tahun 2019 ini.

Dimintai tanggapanya Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) wilayah 1 Kepri, Endry Z Djamal mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV, terkait pengerjaan jalan tol di Batam.

Saat ini belum ada perkembangan terbaru

"Kami berharap jalan tol Batam daoat terealisasi segera. Dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) sangat kami perlukan untuk percepataan pelaksanaan." kata Endry melalui pesan what'sapp-nya".

Langkah berikutnya adalah penetapan lokasi oleh pemerintahan daerah, sebelum akhirnya penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

"Targetnya akhir tahun ini kita selesaikan trasenya. Itu dari Bina Marga, jadi ROW plan." sebut Agung.

Namun sebagai gambaran, untuk membangun konstruksi jalan berbayar secara umum atau at grade mencapai 100 miliar per kilometer.

Sedangkan untuk elevated membutuhkan biaya 4 sampai 4 kali lipat lebih mahal. Kebutuhan investasi ini, di luar anggaran pembebasan lahan.

Perseroan, imbuh dia, tidak akan ikut campur dalam proses tersebut, karena proyek ini sifatnya penguasan pemerintah kepada HK.

"Tanah itu kewajiban pemerintah, bukan komponen investasi. Bagi kami BUJT, Sepanjang diadakan oleh pemerintah (tidak ada masalah)" tutup Agung.


Referensi: